Selain beraksi di GGIFF, Dua Garis Biru juga menjelajah beberapa festival film dunia lainnya. Film debut Gina S. Noer sebagai sutradara ini ditayangkan di sejumlah festival film internasional seperti 22nd Seoul International Women's Film Festival dan Shanghai International Film Festival. Baca juga: Profil Angga Yunanda, Pemeran Bima di Dua
dihadapi film Dua Garis Biru dalam memproduksi film berbau edukasi seksual yang dapat diterima dengan baik di masyarakat. Pembahasan mengenai pendidikan seksual di Indonesia masih dianggap tabu. Jika menilik data, pada tahun 2007 data menyebutkan remaja laki-laki lebih banyak melakukan seks pra nikah 3,7% dibandingkan dengan perempuan 1,5%.
Dua Garis Biru adalah film tentang kehamilan remaja di luar pernikahan yang memiliki latar cerita atau konteks Indonesia. Konteks budaya Indonesia berpengaruh terhadap alur naratif dan penggambaran adegan-adegan dalam film. Film bisa menjadi representasi kehidupan masyarakat (Hopkins, 2018). Film merupakan teks yang
Dilansir dari video di saluran YouTube 'Cine Crib' yang dirangkum oleh Sripoku.com, berikut arti dari simbol-simbol di film Dua Garis Biru : 1. Kerang. Adapun di dalam film tersebut, sang pemeran utama wanita, Dara terdapat adegan memakan kerang di sebuah tempat seafood. Dalam adegan tersebut tersebut, Dara mengambil kerang segar dengan
Mengapa film Dua Garis Biru sempat ditolak ramai-ramai? Jawabanya sederhana: karena begitulah hakikat sebuah bangsa yang kecanduan moral. Saking kecanduannya, sisi gelap selalu dilihat sebagai kegelapan. Bahkan, sisi terang selalu dipandang dari sisi gelap. Padahal, pelajaran terbaik tak selalu munc
ANALISIS NILAI MORAL DALAM FILM “DUA GARIS BIRU” KARYA GINA S. NOER DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA Noer yakni malas, aborsi, dan seks di luar pernikahan. (2) implikasi nilai
.
lagu di film dua garis biru